Berita

Bandar Judi Bola Online di Margadana Tegal Ditangkap Aparat

Bandar Judi Bola Online di Margadana Tegal Ditangkap Aparat – Masyarakat Indonesia sepertinya tidak pernah kapok untuk bermain judi online. Setelah sekian banyak berita beredar terkait penangkapan pelaku judi online beserta hukuman penjara yang diganjarkan kepadanya, masih ada begitu banyak pemain yang tidak memusingkan hal itu. Lagi, seorang pria paruh bahaya diringkus polisi seusai ketahuan melakukan tindakan ilegal yaitu menjadi Bandar Judi Bola Online.

– BD Bertindak Sebagai Bandar Judi Bola Online; Menerima dan Meneruskan Pemasangan Taruhan
Pelaku berinisial BD alias Ribut merupakan seorang warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Ia bertindak sebagai seorang bandar yang bertugas menerima pemasangan judi dari orang lain, yang nantinya akan dikirimkan ke situs judi online untuk ditaruhkan. Apabila pemasang tersebut menang, akan ada imbalan berupa fee dari si pemasang yang jadi keuntungan BD.

Mengerti akan minimnya proteksi terhadap pribadi di dunia maya, BD mendaftarkan diri di salah satu situs judi online dengan menggunakan nama palsu, Mahesa. Setelahnya, BD melakukan deposit saldo menggunakan uang yang dititipkan oleh pemasang taruhan yang ditemuinya di lingkungan tempatnya tinggal. Lantas, pemasang akan memberikan fee apabila angka yang dipasang berhasil menang.

– Atas Tindakan Sebagai Bandar Judi Bola Online, BD Terancam Penjara Hingga 10 Tahun
Dalam jumpa pers yang diadakan beberapa waktu silam (2/11/2020), Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyrakat tentang tindakan mencurigakan yang dilakukan tersangka di rumahnya. Setelah menerima laporan tersebut, polisi kemudian melakukan investigasi untuk informasi lebih lanjut.

Setelah melalui proses investigasi, tersangka telah diamankan 27 Oktober 2020 lalu, di tempat tinggalnya, di Jalan Kemiri, Kelurahan Sumurpanggang, Margadana. Kini, tersangka berada di sel tahanan Mapolres Tegal Kota untuk bertanggung jawab atas tindakan ilegal yang telah diperbuat.

Rita menambahkan, atas tindakannya sebagai Bandar Judi Bola Online, tersangka akan dijerat berdasarkan Pasal 303 KUH Pidana dan Pasal 45 Ayat 2 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. BD akan menghadapi sidang di pengadilan dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara.

Ditemukan Barang Bukti yang Menguatkan Dugaan Praktik Judi Online
Dalam proses investigasi, selain berhasil menangkap pelaku, kepolisian berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik judi online. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain buku tabungan, satu buah kartu ATM, uang pasangan taruhan sejumlah Rp 122.000, uang modal Rp 200.000, satu buah alat tulis, tiga lembar kertas sobekan, dan handphone.

Atas apa yang telah dialami BD, kepolisian berharap bahwa para oknum yang masih gemar bermain judi online, sebaiknya segera menghentikan kegiatan tersebut apabila tidak ingin bernasib sama seperti BD yang harus mendekam di penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *