Berita Kriminal Berita Politik Dalam Negeri

5 Aset Bernilai Fantastis yang Disita Kejaksaan Agung dari Kasus PT Asabri

5 Aset Bernilai Fantastis yang Disita Kejaksaan Agung dari Kasus PT Asabri – Kejaksaan Agung (Kijagon) RI masih melacak dugaan korupsi aset dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Kejaksaan terus mengusut aset sejumlah tersangka yang tersebar di sejumlah wilayah.

5 Aset Bernilai Fantastis yang Disita Kejaksaan Agung dari Kasus PT Asabri

Sumber : liputan6.com

bookmakerscatalog – Aset yang disita Kejaksaan Agung dari kasus Asabri ternyata nilainya sangat mencengangkan tanpa syarat, angkanya mencapai 23,7 triliun rupiah.

Jaksa Agung ST Burhanuddin bahkan menyebut kasus yang sedang diproses ini merupakan skandal korupsi terbesar di Indonesia.

Channel Youtube Deddy Corbuzier mengutip pernyataan Jaksa Agung yang mengatakan: “Mohon doanya agar kasus Asabrii ini merupakan kasus korupsi terbesar di Indonesia yang selama ini mencapai Rp 23,7 triliun. Ini uang dan tidak ada kekacauan.”

Patut diketahui, saat ini ada 9 orang yang ditunjuk Kejaksaan Agung sebagai tersangka korupsi PT Asabri. Di antara sembilan orang tersebut, kejaksaan sedang menyelidiki aset yang dimiliki lima orang di antaranya.

Aset yang dimiliki oleh manajemen PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro (BTS), Managing Director PT Asabri (Maret 2016 hingga Juli 2020) (Pensiunan), Letnan Jenderal Sonny Widjaja (PT), Managing Director PT Prima Network Lukman Purnomosidi (LP), Direktur PT Asabri General Manager tahun 2011 hingga Maret 2016 (pensiun) Mayor Jenderal Adam Rachmat Damiri (ARD), dan Chief Financial Officer PT Asabri, menjabat sebagai Bachtiar Effendi (BE) dari Oktober 2008 hingga Juni 2014.

Burhanuddin menjelaskan, aset tersebut nantinya akan digunakan untuk menutupi kerugian nasional.

Berikut sederet Aset Bernilai Fantastis yang Disita Kejaksaan Agung dari Kasus PT Asabri yang di rangkum dari liputan6.com:

1. Sita 17 Unit Bus

Sumber: liputan6.com

Kejaksaan Agung menyita 17 bus milik tersangka Barat Daya (Sonny Widjaja) terkait tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri.

Kepala Kantor Investigasi Kriminal, Leonard Eben Ezer Simanjuntak (Leonard Eben Ezer Simanjuntak) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu, 3 Maret 2021: “17 bus terkait dengan tersangka di Barat Daya Itu disita oleh tim investigasi Kantor tersebut dari Jaksa Agung. “

Leonard menjelaskan, penyitaan 17 bus dari software mencurigakan itu untuk mengkompensasi PT Asabri atas korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 23 triliun.

Ia menjelaskan: “Harta kekayaan tersangka yang disita akan dinilai atau dievaluasi oleh Badan Penilai Publik (KJPP) guna melindungi kerugian finansial negeri pada prosedur selanjutnya.”

Selebihnya, Leonard memastikan pihaknya masih melacak aset tersangka lainnya. Melalui kerjasama dengan pusat penelusuran aset dalam dan luar negeri.

Baca juga : 2 Eks Petinggi PT DI Dituntut 5 dan 8 Tahun Penjara karena Korupsi

2. Temukan 36 Lukisan Berlapis Emas

Sumber : tirto.id

Tim penyidik ​​Biro Penyidik ​​Kejaksaan Agung Kejaksaan Agung (Jampidsus) telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, dengan melibatkan tersangka Jimmy Sutopo (JS) selaku Direktur Hubungan Investor PT Asabri yang diduga korupsi (Tipikor) emiten Jakarta. .

Kepala Pusat Data Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis, 4 Maret 2021 mengatakan: “Kasus ini melakukan penggeledahan atas nama Tersangka JS di beberapa tempat.”

Salah satu destinasi yang dicari adalah apartemen Jalan Prof. Raffles Residences 36 D. Dr. Satrio Kav. Kuningan 3-5, Jakarta Selatan. Mencari lokasi ketiga di Gandaria 8 Office Tower Lt. 9. Jakarta Selatan.

“Salah satu hasil penggeledahan aset di lantai 36 Apartemen Raffles adalah ditemukannya 36 terduga lukisan bersepuh emas, diduga melakukan pencucian uang (TPPU) dan korupsi yang dilakukan oleh tersangka JS,” ujarnya.

Selain itu, apartemen beserta barang-barang berharga akan disegel, dan harga lukisan akan dievaluasi oleh kurator. Kemudian terus menyita apartemen dan lukisan.

3. Sita Aset Tanah Seluas 3 Juta Meter Persegi

Sumber : kumparan.com

Salah satu aset yang terus diburu Kejaksaan Agung adalah Benny Tjokrosaputro (BTS), Presiden Direktur dan Direktur PT Hanson International Tbk.

“Aset yang disita milik tersangka dalam perkara ini adalah aset milik dan / atau terkait dengan tersangka BTS berupa 411 bidang tanah yang berada di Kabupaten Lebak seluas 3,9 juta meter persegi,” ujar Kejaksaan Agung. Penanggung jawab Pusat Informasi Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan dalam keterangannya pada Rabu, 10 Maret 2021.

Dengan sitaan aset tersebut, total luas tanah yang disita di Kabupaten Lebak pada Rabu 10 Maret 2021 sebanyak 1.263 bidang tanah dengan luas sekitar 7,19 juta meter persegi.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Kejaksaan Agung menyita beberapa bidang tanah milik dan / atau terkait dengan tersangka BTS. Diantaranya, 155 bidang tanah berada di Kabupaten Lebak (berdasarkan sertifikat penjualan), dengan luas total 343.461 meter persegi.

Kemudian, 566 bidang tanah terletak di Kabupaten Lebak (sesuai dengan Surat Pelepasan / Buku Hak (SPH) dengan luas keseluruhan 1.929.502 meter persegi, dan 131 bidang tanah terletak di Kabupaten Lebak (sesuai Hak Guna Bangunan) sertifikat atas nama PT waktu panen)), dengan luas keseluruhan 1.838.639 meter persegi.

4. Sita 17 Kapal Milik Tersangka Korupsi Asabri di Samarinda dan Sendawar

Penyidik ​​Kejaksaan Agung Japidis menyita 17 kapal sebagai barang bukti penyidikan PT Asabri (Persero) atas dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi.

Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Tindak Pidana Khusus mengatakan: “Kemarin (Rabu 10 Maret 2021) ditemukan kapal yang ditahan di Samarinda dan Sendawa. Ada 17 kapal yang sudah diperiksa. Pengawasan personel.” Febrie Adriansyah melaporkan dari Jakarta, Kamis, Kamis , 12 Maret 2021.

Sebanyak 17 kapal yang disita dalam kasus Asabri itu milik tersangka, Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat (HH).

Sebelumnya, pada Rabu 10 Februari, penyidik ​​Jampidsus Kejaksaan Agung menyita kapal LNG Aquarius atas nama PT Hanochem Shipping, serta menyita dokumen kepemilikan kapal 9 tongkang dan 10 kapal tunda dari Hidayat. Kali ini, kapalnya disita.

Adrianya berkata: “Dulu, dokumen disita dan kapal-kapal masih diburu. Tujuh belas kapal kini telah ditemukan.”

Baca juga : Fakta Terbaru Terkait Penyidikan dan Penggeledahan KPK di Kabupaten Bandung Barat

5. Kejagung Sita 3 Mobil Mewah, Salah Satunya Ferrari Seharga 9 M

Sumber : oto.detik.com

Kejaksaan Agung menghapus tiga alat bukti dalam kasus korupsi PT Asabri. Salah satunya mobil mewah Ferrari, yang dikaitkan dengan salah satu tersangka, direktur PT Trada Alam Minera Heru Hidayat (HH).

Leonard Eben Ezen Simanjuntak, Kepala Pusat Informasi Komprehensif Kejaksaan Agung (Kapuspenkum), mengatakan pengalihan dilakukan setelah Jimmy Sutopo, tiga mobil mewah milik tersangka, menjabat sebagai direktur hubungan investor PT Jakarta Emiten.

Leonard dalam keterangannya pada Selasa, 16 Maret 2021 mengatakan: ” Barang bukti yang ditransfer ke atau terkait dengan tersangka HH hari ini adalah jenis Ferrari F12 Berlinetta abu-abu metalik, nomor polisi B 15 TRM. ”

Mobil milik tersangka Jimmy Sutopo itu adalah Rolls-Royce Phantom Coupe hitam dengan nomor alarm B 7 EIR, Mercedes-Benz Bens-type M-AMG S63 CPAT (C217CBU) dan nomor alarm B.1940 SAJ Nissan Teana hitam .

Untuk Ferrari, tersangka Heru Hidayat dan Leonard sama-sama telah dipindahkan kembali ke kantor pusat PT Asabri.

Dia menjelaskan: “Barang bukti itu sebelumnya disimpan di ruang mobil tunggal di Pendok Indah, Jakarta Selatan.”

Di web jual beli mobil, harga Ferrari F12 Berlinetta sendiri meraih Rp 9 miliyar. Mobil itu masuk ke Indonesia pada tahun 2012 dan sudah tidak diproduksi lagi Model ini telah digantikan oleh 812 Superfast.