2 Eks Petinggi PT DI Dituntut 5 dan 8 Tahun Penjara karena Korupsi

2 Eks Petinggi PT DI Dituntut 5 dan 8 Tahun Penjara karena Korupsi – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan dakwaan terhadap dua terdakwa kasus korupsi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Pengadilan Negeri Bandung pada Senin, 15 Maret 2021.

2 Eks Petinggi PT DI Dituntut 5 dan 8 Tahun Penjara karena Korupsi

Sumber : liputan6.com

bookmakerscatalog – JPU menuduh Budi Santoso, mantan dirut dan direktur PT DI, sebagai tergugat1 dan divonis lima tahun penjara serta denda Rp 500 juta. Selain itu, Budi diharuskan membayar biaya penggantian sebesar Rp 2 miliar.

Di saat yang sama, Irzal Rinaldi Zailani, mantan asisten direktur operasi pemerintahan PT DI, dijatuhi hukuman lebih dari 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar sebagai tergugat. Irzal diminta membayar biaya penggantian Rp 17 miliar.

Melansir liputan6.com, Dalam persidangan, jaksa KPK membenarkan bahwa korupsi di lingkungan PT DI telah merugikan negara sebesar Rp 2020 miliar dan US $ 8,6 juta. Ini dihitung berdasarkan kerugian negara tahun 2016-2018 atas kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia dan instansi terkait lainnya (No. 18 / lhp / XXI / 09/2020) pada tanggal 25 September 2020.

“Setelah dikurangi pajak pekerjaan fiktif dari 52 kontrak antara PT DI dan PT BTP (Bumiloka Tegar Perkasa), PT AMK (Angkasa Mitra Karya), PT ASP (Abadi Sentosa Perkasa) dan PT PMA yang digunakan oleh perusahaan rekanan penjualan, ini realisasinya nilai, PT NPB (Niaga Putra Bangsa) dan PT SBU (Selaras Bangun Usaha), “kata jaksa KPK saat membacakan dakwaan.

JPU menambahkan dalam persidangan korupsi PT DI: “Berdasarkan uraian analisis, jaksa menyimpulkan bahwa kerugian ekonomi atau unsur perekonomian negara telah dikompensasikan dan dapat dibuktikan.”

Baca juga : Bahaya, Ini Fakta Mutasi Virus Corona D614G

Soal Pembedaan Tuntutan

Sumber : liputan6.com

Jaksa KPK Luki Dwi Nugroho mengatakan, selisih tuduhan itu berdasarkan penilaian selisih aliran dana yang diterima kedua terdakwa.

“Antara lain, ada perbedaan antara perbuatan tidak sah terdakwa dengan penerimaannya. Kalau menurut fakta Buck Budi menerima uang, aliran dana yang diterima adalah Rp 2 miliar.” Itu US $ 17 miliar. Padahal, ada selisih nilai nominal. Karena itu, kami menuntut Bak Budi di penjara selama 5 tahun. Pak Irzal dipenjara selama 8 tahun, ”ujarnya.

Ia menambahkan: “Oleh karena itu, kami mempertimbangkan mengapa ada perbedaan. Ini sesuai dengan SOP yang berlaku KPK.”

Uji coba sendiri akan dilanjutkan dan akan dilanjutkan pada Kamis, 25 Maret 2021. Majelis hakim telah memberikan waktu sepuluh hari bagi pengacara terdakwa untuk mengajukan pembelaannya. Berdasarkan pantauan, kedua terdakwa, Budi dan Ilzal, langsung hadir di pengadilan. Saat diminta memberikan pernyataan, mereka menolak berkomentar.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan KPK telah membocorkan berkas dua tersangka korupsi pengadaan dan pemasaran PTDI pada Oktober 2020.

Terdakwa didakwa melakukan tindak pidana lain yaitu Pasal 1 ayat 2 (ayat 1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 (Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 ) Menggabungkan Pasal 55 (1) KUHP dan Pasal 65 (1) KUHP.

Atau Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 terkait dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 yang digabungkan dengan KUHP edisi pertama Pasal 55 (1) dan perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 65 Perkara tersebut direvisi ” Hukum Pidana “ayat (1).

“Dalam kasus dugaan korupsi PT DI, kerugian negara dikatakan sekitar Rp 2020 miliar dan US $ 8,6 juta. Saat ini tim KPK telah melimpahkan berkas perkara terdakwa Budi Santoso dan terdakwa Irzal Rinaldi Zailani ke Pengadilan Tipikor Bandung. Kata Ali dalam keterangannya Senin, 19 Oktober 2020 lalu.

KPK Sita Uang dari Saksi Swasta

Sumber : nasional.okezone.com

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Ali Fikri membenarkan bahwa sejumlah uang dari Eko Santoso Soepardjo yang merupakan saksi pribadi disita untuk kegiatan pengadaan dan pemasaran di PT Dirgantara, Indonesia Diduga korupsi di China. ) 2007-2017. KPK menggugat Eko dan meminta tersangka IRZ atau Irzal Rinaldi Zailani menjadi mantan asisten direktur unit usaha pemerintah PT DI.

Ali Fikri membenarkan, Selasa (16/2/2021): “Kemarin, Eko Santoso Soepardjo (swasta) dijadikan saksi bagi tersangka IRZ. Setelah diperiksa, dia menyita uang terkait kasus ini.”

Namun, Ali belum menyebutkan besaran nosional yang disita KPK. Alasannya adalah untuk menyelidiki.

Ali hanya mengatakan penyitaan itu untuk memperkuat alat bukti KPK terhadap tersangka IRZ dalam persidangan mendatang.

KPK juga menunjuk tiga tersangka lainnya dalam kasus ini. Mereka adalah Head of Marketing and Sales PT DI, 2007-2014 Arie Wibowo (AW); Didi Laksamana (DL) President PT Abadi Sentosa Perkasa ; President and Ferry Santosa Subrata (FSS) President PT Selaras Bangun Usaha.

Baca juga : 8 Fakta Baru Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rumah DP 0 Rupiah di Jakarta

Pengembangan Kasus

Sumber : kabar24.bisnis.com

Identifikasi ketiga tersangka tersebut berdasarkan perkembangan kasus.Kasus tersebut sebelumnya menunjuk mantan direktur PT Penataran TNI AL (PAL) Indonesia Budiman Saleh dan mantan presiden serta mantan Kepala Bagian Penjualan dan Asisten PT PT DI Budi Santoso. Direktur Kantor President of Government Relations DI Irzal Rinaldi Zailani.

Dalam kondisi tersebut, KPK memperkirakan kerugian negara mencapai Rp 2020 miliar dan US $ 8,6 juta. Selain itu, tersangka Budiman juga menduga telah menerima aliran uang Rp 686 juta dari pembayaran pekerjaan rekanan penjualan fiktif.