Category: Berita

Berprinsip Keislaman, Judi Online di Aceh Capai Grafik Tinggi – Ada sebuah data mengejutkan yang muncul dari provinsi paling barat Indonesia, Aceh. Di provinsi yang menganut hukum Islam ini ternyata angka peminat permainan judi onlinenya sangatlah tinggi. Terkesan bertolak belakang memang, tapi begitulah fakta yang ada di lapangan.

• Masalah Sesungguhnya di Masyarakat Belum Tersentuh Pemerintah
Melihat data ini tentu saja semakin memperjelas bahwa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia tidak hanya semata-mata pembangunan infrastruktur saja tapi bagaimana karakter dan kepribadian warganya juga harus diperhatikan pemerintah. Data yang menunjukan bahwa angka pemain judi online di Aceh adalah teguran keras bahwa walaupun sudah disusun hukum sedemikian rupa kalau masyarakatnya tidak punya kesadaran untuk berubah maka hal-hal seperti ini akan terus ada.

Sejak terjadinya Tsunami di Aceh beberapa tahun silam, pemerintah memang melakukan banyak pembangunan di daerah ini seperti membangun jalan dan juga infrastruktur yang dibutuhkan sehingga kemegahan Serambi Mekkah ini bisa kembali lagi berjaya. Namun, yang luput dari perhatian pemerintah adalah bagaimana masyarakatnya sendiri dalam menghadapi perkembangan yang ada tersebut.

Perkembangan Teknologi Geser Nilai yang Ada

Menurut antropolog Aceh Reza Idria MA PhD, dengan adanya perkembangan teknologi yang ada sekarang, nilai-nilai yang sebelumnya dipegang oleh masyarakat sudah mulai bergeser. Dengan adanya perkembangan teknologi maka arus informasi yang bisa didapat masyarakat semakin banyak sehingga dampak buruknya ada masyarakat menyerap nilai-nilai baru dan menggeser nilai yang ada.

Fakta bahwa banyak pemain judi online di Aceh dan juga meningkatnya angka kriminalitas di Aceh adalah bukti bahwa kecanggihan teknologi yang didapatkan tidak dibarengi dengan benteng pertahanan yang baik dalam masyarakat menyaring dan menggunakan informasi. Selain itu kalau sudah kecanduan gadget, ada efek samping kesehatan juga seperti mengubah struktur tulang leher yang bisa berakibat fatal.

Kunci Perubahan ada di Tangan Orang Tua

Yang bisa menjadi agen dan kunci perubahan keadaan sebenarnya dimulai dari orang tua. Jika orang tua bisa mengarahkan anak-anaknya tenatang bagaimana mengelola informasi dan menggunakan internet dengan baik, pasti angka kriminalitas dan data mengejutkan seperti tingginya pemain judi online di Aceh bisa ditekan. Memang segala sesuatu itu mulai dari keluarga, kalau keluarganya mengajarkan hal-hal baik maka hasilnyapun akan baik.

Tapi bukan berarti pemerintah lalu lepas tangan begitu saja. Pemerintah tetap harus memikirkan bagaimana harus merevolusi bukan cuma teknologi atau infrstrukturnya, tapi juga revolusi manusianya sehingga tidak terus terjadi kemunduran mental.

Kejadian ini terjadi bukannya tanpa sebab, tapi sekarang yang mesti dilakukan adalah melakukan perbaikan terhadap masyarakat sehingga nantinya tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini. Masyarakat harus paham bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mendatangkan kebaikan dan bukannya malah menggunakannya untuk hal-hal negatif saja.

Bandar Judi Bola Online di Margadana Tegal Ditangkap Aparat – Masyarakat Indonesia sepertinya tidak pernah kapok untuk bermain judi online. Setelah sekian banyak berita beredar terkait penangkapan pelaku judi online beserta hukuman penjara yang diganjarkan kepadanya, masih ada begitu banyak pemain yang tidak memusingkan hal itu. Lagi, seorang pria paruh bahaya diringkus polisi seusai ketahuan melakukan tindakan ilegal yaitu menjadi Bandar Judi Bola Online.

– BD Bertindak Sebagai Bandar Judi Bola Online; Menerima dan Meneruskan Pemasangan Taruhan
Pelaku berinisial BD alias Ribut merupakan seorang warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Ia bertindak sebagai seorang bandar yang bertugas menerima pemasangan judi dari orang lain, yang nantinya akan dikirimkan ke situs judi online untuk ditaruhkan. Apabila pemasang tersebut menang, akan ada imbalan berupa fee dari si pemasang yang jadi keuntungan BD.

Mengerti akan minimnya proteksi terhadap pribadi di dunia maya, BD mendaftarkan diri di salah satu situs judi online dengan menggunakan nama palsu, Mahesa. Setelahnya, BD melakukan deposit saldo menggunakan uang yang dititipkan oleh pemasang taruhan yang ditemuinya di lingkungan tempatnya tinggal. Lantas, pemasang akan memberikan fee apabila angka yang dipasang berhasil menang.

– Atas Tindakan Sebagai Bandar Judi Bola Online, BD Terancam Penjara Hingga 10 Tahun
Dalam jumpa pers yang diadakan beberapa waktu silam (2/11/2020), Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyrakat tentang tindakan mencurigakan yang dilakukan tersangka di rumahnya. Setelah menerima laporan tersebut, polisi kemudian melakukan investigasi untuk informasi lebih lanjut.

Setelah melalui proses investigasi, tersangka telah diamankan 27 Oktober 2020 lalu, di tempat tinggalnya, di Jalan Kemiri, Kelurahan Sumurpanggang, Margadana. Kini, tersangka berada di sel tahanan Mapolres Tegal Kota untuk bertanggung jawab atas tindakan ilegal yang telah diperbuat.

Rita menambahkan, atas tindakannya sebagai Bandar Judi Bola Online, tersangka akan dijerat berdasarkan Pasal 303 KUH Pidana dan Pasal 45 Ayat 2 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. BD akan menghadapi sidang di pengadilan dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara.

Ditemukan Barang Bukti yang Menguatkan Dugaan Praktik Judi Online
Dalam proses investigasi, selain berhasil menangkap pelaku, kepolisian berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik judi online. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain buku tabungan, satu buah kartu ATM, uang pasangan taruhan sejumlah Rp 122.000, uang modal Rp 200.000, satu buah alat tulis, tiga lembar kertas sobekan, dan handphone.

Atas apa yang telah dialami BD, kepolisian berharap bahwa para oknum yang masih gemar bermain judi online, sebaiknya segera menghentikan kegiatan tersebut apabila tidak ingin bernasib sama seperti BD yang harus mendekam di penjara.

Covid Membuat Tempat Judi di Macau Menjadi Sepi – Bisa dibilang sejak awal tahun 2020 hingga sekarang. Banyak kejadian yang telah terjadi. Namun jika berbicara mengenai kejadian yang paling besar. Maka kejadian tersebut tentu adalah terjadinya pandemi covid19. Hal ini memamng membuat semua negara mendapatkan dampak dari wabah tersebut. sayangnya dampak yang dimaksud bisa dibilang bukanlah dampak yang baik. Banyak negara yang kesulitan menghadapai wabah ini. Terutama adalah negara dengan wisatawan mancanegara yang ramai. Macau adalah salah satu negara tersebut. selama ini macau terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang paling ramai di asia. Negara kecil tersebut bahkan seolah tidak pernah sepi pengunjung.

Tentunya, kita semua tahu, kalau macau adalah salah satu negara yang paling ramai akan pengunjung dikarenakan negara yang satu ini terkenal akan tempat wisatanya yang berbeda dengan tempat wisata lainnya. Jika negara lain menggunakan tempat wisata seperti alam indah, macau menggunakan tempat wisata berupa tempat judi besar atau yang biasa disebut dengan casino. Casino di macau menjadi salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi. Karena memiliki desain yang indah, tempat yang nyaman dan juga tentu saja tempat perjudian yang lengkap. Selain itu keuntungan yang bisa kita dapatkan sebagai pemain judi juga sangat besar, dan inilah yang membuat macau terkenal. Akan tetapi sepertinya dampak pandemic dari covid 19 membuat semua ini harus kacau.

Meski macau sebagai negara yang ramai pengunjung. Namun saat pandemi terjadi, negara ini juga merupakan salah satu yang paling parah terkena dampaknya. Macau selama ini mendapatkan penghasilan terbesar dari banyaknya casino di negara tersebut. ini juga membuat macau sebagai destinasi wisata judi utama di asia. Namun adanya covid19 membuat banyak negara yang melakukan lockdown. Sehingga tidak menerima wisatawan. Ini berlaku juga pada macau. Hal tersebut membuat dampak yang begitu parah. Karena tak ada wisatawan yang hadir membuat kerugian mencapai Rp 14 triliun rupiah. Jumlah ini membuat perekonomian di negara tersebut semakin menurun.

Hal ini wajar, karena dengan tingkat keramaian yang tinggi, terutama dari pendatang yang ingin berjudi, membuat macau akan kesulitan untuk melakukan test yang berkesinambungan. Sehingga penyebaran dari virus covid 19 memang sudah tidak terelakan lagi. Dan ini pun akhirnya harus berujung pada kenaikan atau lonjakan penderita covid 19 di negara ini yang tidak hanya menyerang pendatang, akan tetapi juga penduduk setempat yang sempat melakukan interaksi dengan penderita yang cukup banyak.

Solusi akan menurunnya ekonomi ini sebenarnya juga sudah mulai dilakukan. Salah satunya adalah dengan melonggarkan lockdown di negara tersebut. wisatawan macanegara boleh datang ke macau namun sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Ini memang dinilai sebagai solusi terbaik di keadaan yang buruk saat ini. Namun hal tersbeut ternyata tak sesuai dengan ekspektasi yang ada. Karena pada bulan juli 2020 lalu, total wisatawan yang hadir di negara tersebut hanya sekitar 2000 orang saja.

Ini tentu adalah jumlah yang sedikit. Dampak covid19 di semua negara memang begitu terasa. Sehingga keadaan ekonomi saat ini bisa dibilang akan membutuhkan waktu lama untuk pulih seperti semula. Lalu bisakah macau pulih ke keadaan semula? Seharusnya bisa, karena bagaimanapun macau adalah tempat terbaik untuk melakukan judi casino. Jadi jika mereka sudah bisa menstabilkan keadaan, dan bisa membuka kembali casino, mereka bisa pulih. Tentu saja dengan melakukan lebih banyak regulasi untuk menghindari penyebaran covid.